The Good Dinosaur
(2015)
Quality: HDRip

|
Released
|
25 November 2015 (USA) |
| Country | USA |
|
Language
|
English
|
|
Genre
|
Animation | Adventure | Comedy | Family
|
|
Director
|
Peter Sohn |
|
Writers
|
Bob Peterson (original concept and development), Peter Sohn (story), 5 more credits » |
| Starcast | Jeffrey Wright, Frances McDormand, Maleah Nipay-Padilla | See full cast and crew » |
| Rating | Ratings: 7.2/10 from 11,623 users Metascore: 66/100 Reviews: 138 user | 217 critic | 37 from Metacritic.com |
Review:
Sejak berita kehadirannya tahun 2011 yang
lalu, The Good Dinosaur sebenarnya sudah seperti kapal yang bukannya
memecah gelombang ombak tapi terombang-ambing terbawa gelombang ombak.
Produksi film ini punya (beberapa) masalah, jadwal rilis yang mundur dua
kali dari tahun 2013 hingga berakhir di tahun 2015, pergantian produser
dan sutradara, dibongkar dan mengalami proses yang Pixar sebut
"completely reimagined", hingga perubahan para pengisi suara di bulan
juni yang lalu. Berbagai problema tadi menjadikan The Good Dinosaur
tampak seperti proyek yang penuh penyakit. Hasilnya? Ya, The Good
Dinosaur, bukan The Great Dinosaur.
Henry (Jeffrey Wright) dan Ida (Frances McDormand) merupakan Apatosaurus yang masih eksis karena meteroit yang bergerak kearah bumi 65 juta tahun yang lalu ternyata hanya sebatas menyapa bumi dan berlalu begitu saja. Salah satu anak mereka, Arlo (Raymond Ochoa) memiliki rasa takut yang besar jika dibandingkan dengan dua saudaranya, Libby dan Buck, dan Henry mencoba mengatasi itu dengan mengajak Arlo berburu. Suatu hari Arlo melihat seorang caveboy yang kelak ia namai Spot (Jack Bright), berusaha mengejar namun sayangnya mereka berdua terjatuh. Arlo pingsan, namun ketika bangun ia sadar bahwa ia telah jauh dari rumah.
Sebuah kejutan memang Pixar merilis dua buah film dalam setahun, tapi apakah dua film tersebut punya kualitas yang sama? Sayangnya tidak. Dengan berbagai masalah yang disebutkan di bagian pembuka tadi bukan berarti ini merupakan animasi yang buruk, kata yang sebenarnya terasa sangat keterlaluan untuk digunakan pada film ini. Ini animasi yang baik, tapi jika melihat level yang dimiliki oleh Pixar, kelas yang membedakan mereka dengan studio animasi lain, ini merupakan sebuah letdown. Dan hal tersebut semakin lengkap rasanya karena di pertengahan tahun mereka sudah memberikan animasi yang punya kelas luar bias.
Lalu apa masalah film ini? Tricky, ia punya presentasi visual yang sangat memukau, bahkan dapat dikatakan merupakan salah satu visual terindah yang pernah Pixar ciptakan, dari pemandangan sungai, pegunungan, pohon, hingga cara mereka membangun tampilan karakter, terasa manis, tapi disisi lain isi dari film ini terasa terlalu sederhana. The Good Dinosaur menghasilkan punch yang tidak kuat, ketika berakhir rasanya seperti “oh, okay” bukan “wah, keren”. Memilih untuk tidak membawa isu yang begitu berat dan sebatas memutar sistem kembali ke rumah yang klise itu sebenarnya menjadi keuntungan bagi film ini di sektor cerita, tapi Peter Sohn berserta tim seperti terlalu santai menjadikan ini terasa santai. Daya cengkeram The Good Dinosaur terlalu biasa, seperti ingin menjadi film yang imut tapi tetap meninggalkan pesan yang mendalam, dan mondar-mandir di dua sisi tadi secara kurang konsisten.
Jadi tidak heran jika petualangan bersama Arlo dan Spot terasa ambigu, hanya rutinitas tanpa taruhan yang kuat. Bukan berarti mengharapkan hadirnya kejutan yang menggelegar misalnya, tapi feel dari perjalanan yang dilakukan Arlo terasa kurang konsisten atau stabil dalam hal menjadi atraktif, terkadang ia mampu menyampaikan pelajaran tentang keberanian, sikap setia, dan mandiri, tapi ide-ide tadi tampil dengan rasa yang mini. Oke, jika niat utama film ini adalah menjadi kegembiraan yang sederhana, hal tersebut juga tidak berada di titik yang tinggi, semangat yang ia berikan sama tidak konsisten seperti script yang ia dihasilkan dari kontribusi lima orang tersebut.
Menarik memang, ini seperti film Pixar di mana Pixar tidak mencoba sepenuhnya menjadi Pixar. The Good Dinosaur seperti gabungan dari beberapa elemen kecil animasi yang pernah hadir dan dibentuk kembali oleh Pixar. Ada rasa The Lion King disini, lalu The Flintstones, The Croods, Ice Age, hingga Brave, sehingga film ini terasa seperti sebuah puzzle yang akhirnya sering bergantung pada ingar-bingar untuk mempertahankan energi cerita, oh termasuk pula score dari Mychael Danna dan Jeff Danna.
Pixar selalu berusaha menempatkan cerita di posisi pertama, lalu animasi di posisi kedua, tapi di sini mereka tertukar. Apakah ini awal sebuah usaha baru dari Pixar? Semoga, karena mereka memulainya dengan tidak buruk. Visual sangat direkomendasi, anak-anak pasti akan terjaga dengan riang, tapi dengan usaha menjadi tampak sederhana The Good Dinosaur akhirnya hanya terasa sederhana. Good, but, yeah, good.
Sumber
Henry (Jeffrey Wright) dan Ida (Frances McDormand) merupakan Apatosaurus yang masih eksis karena meteroit yang bergerak kearah bumi 65 juta tahun yang lalu ternyata hanya sebatas menyapa bumi dan berlalu begitu saja. Salah satu anak mereka, Arlo (Raymond Ochoa) memiliki rasa takut yang besar jika dibandingkan dengan dua saudaranya, Libby dan Buck, dan Henry mencoba mengatasi itu dengan mengajak Arlo berburu. Suatu hari Arlo melihat seorang caveboy yang kelak ia namai Spot (Jack Bright), berusaha mengejar namun sayangnya mereka berdua terjatuh. Arlo pingsan, namun ketika bangun ia sadar bahwa ia telah jauh dari rumah.
Sebuah kejutan memang Pixar merilis dua buah film dalam setahun, tapi apakah dua film tersebut punya kualitas yang sama? Sayangnya tidak. Dengan berbagai masalah yang disebutkan di bagian pembuka tadi bukan berarti ini merupakan animasi yang buruk, kata yang sebenarnya terasa sangat keterlaluan untuk digunakan pada film ini. Ini animasi yang baik, tapi jika melihat level yang dimiliki oleh Pixar, kelas yang membedakan mereka dengan studio animasi lain, ini merupakan sebuah letdown. Dan hal tersebut semakin lengkap rasanya karena di pertengahan tahun mereka sudah memberikan animasi yang punya kelas luar bias.
Lalu apa masalah film ini? Tricky, ia punya presentasi visual yang sangat memukau, bahkan dapat dikatakan merupakan salah satu visual terindah yang pernah Pixar ciptakan, dari pemandangan sungai, pegunungan, pohon, hingga cara mereka membangun tampilan karakter, terasa manis, tapi disisi lain isi dari film ini terasa terlalu sederhana. The Good Dinosaur menghasilkan punch yang tidak kuat, ketika berakhir rasanya seperti “oh, okay” bukan “wah, keren”. Memilih untuk tidak membawa isu yang begitu berat dan sebatas memutar sistem kembali ke rumah yang klise itu sebenarnya menjadi keuntungan bagi film ini di sektor cerita, tapi Peter Sohn berserta tim seperti terlalu santai menjadikan ini terasa santai. Daya cengkeram The Good Dinosaur terlalu biasa, seperti ingin menjadi film yang imut tapi tetap meninggalkan pesan yang mendalam, dan mondar-mandir di dua sisi tadi secara kurang konsisten.
Jadi tidak heran jika petualangan bersama Arlo dan Spot terasa ambigu, hanya rutinitas tanpa taruhan yang kuat. Bukan berarti mengharapkan hadirnya kejutan yang menggelegar misalnya, tapi feel dari perjalanan yang dilakukan Arlo terasa kurang konsisten atau stabil dalam hal menjadi atraktif, terkadang ia mampu menyampaikan pelajaran tentang keberanian, sikap setia, dan mandiri, tapi ide-ide tadi tampil dengan rasa yang mini. Oke, jika niat utama film ini adalah menjadi kegembiraan yang sederhana, hal tersebut juga tidak berada di titik yang tinggi, semangat yang ia berikan sama tidak konsisten seperti script yang ia dihasilkan dari kontribusi lima orang tersebut.
Menarik memang, ini seperti film Pixar di mana Pixar tidak mencoba sepenuhnya menjadi Pixar. The Good Dinosaur seperti gabungan dari beberapa elemen kecil animasi yang pernah hadir dan dibentuk kembali oleh Pixar. Ada rasa The Lion King disini, lalu The Flintstones, The Croods, Ice Age, hingga Brave, sehingga film ini terasa seperti sebuah puzzle yang akhirnya sering bergantung pada ingar-bingar untuk mempertahankan energi cerita, oh termasuk pula score dari Mychael Danna dan Jeff Danna.
Pixar selalu berusaha menempatkan cerita di posisi pertama, lalu animasi di posisi kedua, tapi di sini mereka tertukar. Apakah ini awal sebuah usaha baru dari Pixar? Semoga, karena mereka memulainya dengan tidak buruk. Visual sangat direkomendasi, anak-anak pasti akan terjaga dengan riang, tapi dengan usaha menjadi tampak sederhana The Good Dinosaur akhirnya hanya terasa sederhana. Good, but, yeah, good.
Sumber



Download Film The Good Dinosaur (2015) HDRip Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 33 Menit - 13 Detik
Ukuran: 241 mb
SS:
Download Single Link:
UC: https://userscloud.com/tdftg3w22fen
TF: http://www.tusfiles.net/l2awkiq116q6
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: hd-thegddino-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Ibra_Official
Download Film The Good Dinosaur (2015) HDRip Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x216
Durasi: 1 Jam - 33 Menit - 13 Detik
Ukuran: 176 mb
SS:
Download Single Link:
UC: https://userscloud.com/15xrclueqlxs
TF: http://www.tusfiles.net/5cfyy6v8wtuc
UF: http://sht.io/8vd7
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: hd-thegddino-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Ibra_Official
Tidak ada komentar:
Posting Komentar